Kamis, 15 November 2018

PROFESI SI / TI & TREND SI / TI SAAT INI


BAB 3
PROFESI SISTEM INFORMASI / TEKNOLOGI INFORMASI

A.    PENGERTIAN PROFESIONALISME , CIRI CIRI PROFESIONALISME , KODE ETIK PROSES

Ø  PENGERTIAN PROFESIONALISME
Profesionalisme ialah kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar juga komitmen dari para anggota dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan dari seorang karyawan. Dan dia juga memiliki arti sendiri yaitu seorang yang terampil, handal dan sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Ø  CIRI CIRI PROFESIONALISME

1.      Memiliki kemampuan /keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan IT . seorang IT harus mengetahui dan mempraktekan pengetahuan IT nya kedalam pekerjaannya
2.      Memiliki ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau program.
3.      Bekerja di bawah kedisiplinan
4.      Mempu bekerja sama
5.      Cepat tanggap masalah client

Ø  KODE ETIK PROFESIONALISME

1.      Mendukung pelaksanaan , dan mendorong kepatuhan , standar yang sesuai dan prosedur untuk pemerintah yang efektif dan pengelolaan sistem informasi perusahaan dan ateknologi , termasuk audit , control, keamanan dan manajemen risiko
2.      Melakukan tugas mereka dengan objektivitas ,dan perawatan profesioanal , sesuai dengan standar professional.
3.      Menjaga privasi kerahasiaan informasi yang di peroleh selama keguatan mereka kecuali pengungkapan di perlukan oleh otoritas hukum
4.      Mempertahankan kompetisi di bidangnya masing-masing dan sepakat untuk melakukan hanya kegiatan mereka bias berharap untuk menyelesaikan dengan keterampilan yang di perlukan , pengetahuan dan kompetensi.
5.      Menginformasiakan pihak sesuai dari hasil pekerjaan yang di lakukan temasuk pengungkapan semua fakta yang signifikan di ketahui mereka bahwa jika tidak di ungkapkan  dapat mendistorsi pelaporan hasil
6.      Mendukung Pendidikan professional pemangku kepentingan dalan meningkatkan pemahaman mereka tentang tata kelola dan pengelolaan sistem informasi perusahaan dan teknologi termasuk audit control keamanan dan manajemen risiko.

B.     JENIS JENIS PROFESI DI BIDANG IT DAN DESKRIPSI KERJA PROFESI IT

Ø  JENIS JENIS PROFESI DI BIDANG IT

1.         Programmer : yang membuat suatu aplikasi untuk client baik untuk perusahaan  ataupun perorangan
2.         IT support : pekerjaan yang mengharuskan seseorang bias mengatasi masalah umum yang terjadi pada computer seperti install software,perbaikan hardware,dan membuat jaringan computer.
3.         Software engineer :yang memilik keahlian untuk memproduksi perangkat lunak mulai dari tahap awal spesifikasi sampai pemeliharaan sistem setelah di gunakaan.
4.         Database administrator :yang memiliki keahlian untuk mendesain, mengimplementasi memelihara dan memperbaiki database.
5.         Web administrator :yang bertanggung jawab secara teknis terhadap operasional sebuah situs atau website.
6.         Web developer :yang memiliki keahlian untuk memberikan konsultasi pembagunan sebuah situs dengan konsep yang telah di tentukan.
7.         Web designer : yang memiliki keahlian dalam membuat design atraktif dan menarik untuk situs serta untuk kepentingan promosi situs secara visual.
8.         Network engineer : orang yang ada dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshootnya.
9.         System analyst : yang memiliki keahlian untuk menganalisa system yang akan di implementasikan , mulai dari menganalisa system yang ada kelebihan dan kekurangan, sampai stude kelayakan dan desain yang akan di kembangkan.

Ø  DESKRIPSI KERJA PROFESI IT

1.         IT Programmer
o   Mengmbil bagian dalam pegembangan dan integrase perangkat lunak.
o   Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak.
o   Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus di selesaikan.
o   Menyediakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun eksternal.
o   Bertanggung jawab atas keputusan terkini pelanggan.
o   Melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan bertanggung jawab yang di minta , seperti dalam sertifikat dan menuruti rencana dasar perusahaan untuk membangun kecakapan dalam portofolio produk.
o   Mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang di berikan.
o   Membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan baersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan.
2.    System analyst
o  Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah asa maupun untunk rancangan suatu sistem.
o  Riset,perencanaan ,instalasi ,konfigurasi,troubleshoot,pemeliharaan,dan upgrade sistem pengoprasian.
o  Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan dan proses dari sistem yang di gunakan.
o  Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs atau server,serta akses dan security pengguna.
3.    IT projecy manager
o  Mengembangkan atau memperbarui rencana proyek untuk proyek proyek teknologi informasi termasuk informasi seperti tujuan proyek,teknologi,sistem spesifikasi informasi, jadwal,dana, dan staf.
o  Menyiapkan laporan status proyek dengan mengumpulkan ,menganalisis dan meringkas informasi dan tren.
o  Menetapkan tugas,tanggung jawab,dan rentang kewenangan kepada personil proyek.
o  Mengembangkan rencana pelaksanaan yang mencangkup analisis seperti biaya manfaat atau laba atas investasi.
o  Secara langsung atau mengkoordinasikan kegiatan personil proyek.
o  Menetapkan dan melaksanakan rencana komunikasi proyek.
4.    IT Support officer
o  Menerima ,memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
o  Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
o  Instalasi,perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware dan software windows dan macintosh,peralatan termasuk printer,scanner,hard-drives external dll.
o  Menyedikan data/ informasi yang di butuhkan untuk pembuatan laporan department regular.
5.      Network Administrator
o  Maintan dan perawatan jaringan LAN.
o  Archive data.
o  Maintain dan perawatan computer.
6.      Network Engineer
o  Maintenance LAN dan koneksi internet
o  Maintenance hardware
o  Maintenance database dan file
o  Help desk
o  Inventory
7.      Network and computer system administrators
o  Menjaga dan mengelola jaringan computer dan lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras computer, perangkat lunak sistem,perangkat lunak aplikasi dan semua konfigurasi.
o  Melakukan backup data dan operasi pemulihan kerusakan.
o  Mendiagnosa,memecahkan masalah ,dan menyelesaikan perangkat keras,perangkat lunak,atau jaringan lainnya dan masalah sisem ,dan mengganti komponen yang rusak bila di perlukan.
o  Merencanakan mengkoordinasikan , dan melaksanakan langkah langkah keamanan jaringan untuk melindungi data,perangkat lunak dan perangkat keras.
8.    Web Administrator
o  Backup atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.
o  Menentukan sumber halaman web atau masalah server dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.
o  Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau lin pada waktu yang tepat menggunkan tool-toll.
o  Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.
9.      Web Developers
o   Mendesain, membangun,atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau Bahasa scripting ,alat penciptaan konten,alat manajemen ,dan media digital.
o   Melakukan atau update situs web langsung.
o   Menulus,desain atau mengedit konten halaman web atau yang lain langsung memproduksi konten.
o   Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan atau memprioritaskan kebutuhan,menyelesaikan konflik,mengembangkan kriteria konten atau memilih solusi.
o   Mengidentifikasi masalah yang di temukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan ,dan memperbaiki masalah masalah tau merujuk pada personalia yang tapat untuk koreksi.

C.     STANDART PROFESI DI INDONESIA
Standar profesi IT di Indonesia belum mencangkup seluruh profesi di bidang IT tersebut, hal ini dikarenakan standarisasi yang diperlukan Indonesia merupakan standarisasi lengkap, dimana seluruh kemampuan profesi IT dibidangnya harus dikuasai tanpa terkecuali. Sertifikasi berbeda dengan ujian, lisensi ataupun registrasi. Registrasi mungkin berguna untuk statistik, tetapi tidak praktis untuk diterapkan akan lebih bermanfaat dengan sertifikasi. Untuk sertifikasi, inisiatif harus lahir dari sektor industri dan untuk bidang teknologi informasi sebaiknya berfokus pada model SRIG-PS (Special Regional Interest Group on Profesional Standardisation).
Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesional dalam Teknologi Informasi.
Sertikasi pada model SRIG-PS berbeda dengan badan lain seperti IEEE. Sertifikasi pada model SRIG-PS adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sedangkan sertifikasi IEEE adalah suatu jaminan tertulis, yang merupakan suatu demonstrasi formal yang merupakan konfirmasi dan merupakan suatu sistem atau komponen dari suatu persyaratan tertentu dan diterima untuk keperluan operasi. Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk:
1.         Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi,
2.         Membentuk standar kerja TI yang tinggi,
3.         Pengembangan profesional yang berkesinambungan.

Sedangkan bagi tenaga TI profesional tersebut:
1.         Sertifikasi ini merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji)
2.         Perencanaan karir
3.         Profesional development
4.         Meningkatkan international marketability.


D.    CONTOH CONTOH SERTIFIKASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL
·         SERTIFIKASI SOFTWARE DAN DATABASE DEVELOPMENT
1.    Sertifikasi nasional
Ada dua jenis sertifikat yang diterbitkan oleh LSP Telematika, yaitu Certificate of Competence dan Certificate of Attainment.
·  Certificate of Competence. Yaitu sertifikasi berdasarkan level kualifikasi dan jenjang jabatan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Certificate of Competence merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi dari suatu bidang keahlian kerja.
·  Certificate of Attainment, yaitu sertifikasi atas unit kompetensi yang jenjang jabatannya berdasarkan kebutuhan pasar.

2.    Sertifikasi internasioanal

Sertifikasi dalam Bahasa pemrograman

·           Java

Sun menawarkan tiga jenjang sertifikasi bagi programmer Java. Dari tingkat dasar ke advanced jenjang tersebut adalah: Sun Certified Programmer, Sun Certified Developer, dan Sun Certified Architect. Setiap jenjang sertifikasi membutuhkan jenjang sebelumnya. Contoh, untuk mengambil sertifikasi Developer Anda harus memiliki sertifikasi Programmer. Sun Certified Programmer adalah sertifikasi paling dasar dari Sun untuk programmer Java.
Sun Certified Developer adalah anak tangga selanjutnya dari sertifikasi Sun. Anda mungkin berpikir hanya perlu sekali lagi mengerjakan soal-soal pilihan ganda untuk menjadi seorang Certified Dava Developer, tetapi Sun menuntut lebih banyak dalam ujian untuk jenjang ini. Sun Certified Enterprise Architect for J2EE adalah sertifikasi premium dari Sun.Sebagaimana dicerminkan oleh namanya, sertifikasi ini sangat berfokus pada enterprise.
·           Microsoft.net

Untuk para developer ada dua jenis sertifikat yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai pengakuan atas keahlian dalam pengetahuan dan keterampilan Microsoft .Net : Microsoft Certification Application Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD).
Sertifikasi MCAD dibuat oleh Microsoft sebagai respon terhadap kebutuhan industri akan sebuah sertifikasi yang memungkinkan mereka untuk menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan, memaintain, dan mendeploy aplikasi Web atau desktop berbasis Windows dengan skala kecil sampai menengah.
Sertifikasi yang kedua adalah Microsoft Certified System Developer (MCSD). Sertifikat MCSD merupakan salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang dikenal baik di kalangan industri. Dengan mengantongi sertifikat MCSD, seseorang dianggap telah mampu mendemonstrasikan kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah organisasi dalam proses perancangan, implementasi, dan administrasi dari suatu solusi bisnis dengan menggunakan produk Microsoft.
Sertifikasi dalam Database
·         Oracle
Oracle saat ini menawarkan tiga jenis sertifikasi Oracle. Oracle Certified DBA adalah sertifikasi yang menguji penguasaan teknologi dan solusi Oracle dalam menjalankan peran sebagai administrator database. Pada jalur sertifikasi ini terdapat tiga jenjang sertifikasi berikut:
·         Oracle Certified DBA Associate : dalam sertifikasi ini seseorang akan daianggap mampu dan mempunyai keahlian dalam tim sebagai anggota Junior sebagai administrator database  atau pengembang aplikasi. Dan materi yang diujikan dalam uji kompetensi ini meliputi dasar – dasar SQL dan administrasi database.

·         Oracle Certified DBA Professional : sertifikasi ini adalah sertifkasi lanjutan dari Associate, bagi para profesional yang ingin mengembangkannya dan mendalami dalam lingkup administrasi database dan juga performance tuning, dan dalam sertfikasi ini ditambahkan pula spesialasi manajemen datanse pada lingkungan linux.

·         Oracle Certified DBA Master : ini adalah sertifikasi paling tinggi di Oracle dari yang sebelumnya, dimana orang yang mengambil sertifikasi ini adalah seorang DBA yang sudah teruji dalam menangani aplikasi dan sistem databse yang memiliki mission critical.

·         Microsoft
Microsoft menawarkan satu jenis sertifikasi untuk penguasaan teknologi produk database andalannya, Microsoft SQl Server. Microsoft Certified DBA adalah sertifikasi yang diberikan sebagai pengakuan kemampuan merancang, mengimplementasi,dan melakukan administrasi database Microsoft SQl Server.
·         SERTIFIKASI ADMINISTRATION DAN MAINTENANCE

Sertifikasi yang di berikan sebagai bentuk pengakuan profesionalitas:
Oracle Certified DBA Associate, Oracle Certified DBA Professional, Oracle9iAS Web Administrator, Microsoft Certified DBA, Cisco Certified Network Associate (CCNA), CompTIA Network+, Master CIW Administrator, WOW Certified Web Administrator Apprentice (CWAA), System Administration Guild (SAGE).

Institusi yang menawarkan sertifikasi untuk Administration dan Maintenance antara lain:

Oracle, Microsoft, Cisco, CompTIA, Certified Internet Web Master (CIW), World Organization of Webmasters (WOW), dan Information Systems Audit and Control Association (ISACA).

·         SERTIFIKASI MANAGEMEN DAN AUDIT
Sertifikasi yang diberikan sebagai bentuk pengakuan profesionalitas di bidang Management dan Audit, antara lain :

§  CISA (Certified Information Systems Auditor)
§  CISM (Certified Information Security Manager)
§  CISSP (Certified IS Security Professional)
§  CIA (Certified Internal Auditor)

BAB 4
TREND SISTEM INFORMASI / TEKNOLOGI INFORMASI SAAT INI

A.    TREND PRODUK PERBANKAN

Dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa seperti :
-     Adanya transaksi berupa Transfer uang via mobile maupun via teller.
-     Adanya ATM ( Auto Teller Machine ) pengambilan uang secara cash secara 24 jam.
-     Penggunaan Database di bank – bank.
-     Sinkronisasi data – data pada Kantor Cabang dengan Kantor Pusat Bank.
Dengan adanya jaringan computer hubungan atau komunikasi kita dengan klien jadi lebih hemat, efisien dan cepat. Contohnya : email, teleconference.
Sedangkan di rumah dapat berkomunikasi dengan pengguna lain untuk menjalin silaturahmi (chatting), dan sebagai hiburan dapat digunakan untuk bermain game online, sharing file. Apabila kita mempunyai lebih dari satu komputer, kita bisa terhubung dengan internet melalui satu jaringan. Contohnya seperti di warnet atau rumah yang memiliki banyak kamar dan terdapat setiap komputer di dalamnya.
Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa. Seperti halnya pelayanan electronic transaction (e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking misalnya, merupakan bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank yang mengubah pelayanan transaksi manual menjadi pelayanan transaksi yang berdasarkan teknologi.
B.     E-COMMERCE ,E- GOVERNMENT, E-RESOURCHES

§ E – Commerce
e- commerce Merupakan aplikasi perdagangan yang memanfaatkan fasilitas Internet, yang menjadikan setiap individu/ perusahaan dapat secara langsung tersambung secara digital ke perusahaan/individu lainnya untuk melakakukan transaksi bisnis.

terlebih dahulu harus dibangun 2 sistem yang terintegrasi:
1. Interactive order entry and processing
Menjamin tersedianya fasilitas bertransaksi mulai, Informasi produk dan specifikasinya (e-marketplace), Pemesanan (Placing Order), Order Processing sampai pemenuhan Order (e-fulfillment)

2. On-line payment
Fasilitas internet yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara on-line antara pembeli ke Bank atau Credit Card, setelah proses order terpenuhi persyaratannya (e- fulfillment). Fasilitas ini menggantikan proses dagang konvensional seperti : pesan lewat Fax, e-mail, pembayaran dengan L/C sampai monitoring kelengkapan dokumennya.

§ E – Government

e- government Sistem informasi pemerintahan yang berbasis web dan internet protocol untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warganya secara cepat dan murah. Contoh aplikasinya meliputi : KTP, Pajak, Fiskal dan SIM on-line.

§ E - Resourches

e- resourches Suatu bentuk Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Pendapatan Bagi Hasil Eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) yang saat ini masih diimplementasikan dibidang kelautan, dimana Pemerintah selaku pemegang hak pengelolaan membuat situs Internet tentang seluruh kandungan kekayaan alam, kebijakan ekploitasi, pola bagi hasil dan tatacara pembayarannya. Pendapatan bagi hasil dengan investor yang mengeksploitasi SDA tersebut dikelola secara on-line ke Bank.

C.     SOSIAL MEDIA
Dalam bidang ini banyak menyita perhatian masyarakat misalnya saja berbagai macam jejaring sosial yang sekarang di minati masyarakat seperti facebook, twitter, skype, yahoo messenger, my space, instagram dll. Dengan menggunakan jejaring sosial ini dengan mudah dapat menjalin komunikasi dengan semua user dibelahan dunia manapun.









Sabtu, 13 Oktober 2018

sistem informasi manufaktur dan sistem informasi eksekutif



SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF



KELOMPOK 5
2KA22

Ahmad Kurniawan                              10117335
Erlangga Prasetyobudi                       11117973
Salman Alfarisi                                  15117470
Siska Drata M                                    15117703




SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2018/2019


DAFTAR ISI

Daftar isi………………………………………………………………………………         i
BAHASAN
5.1  Komputer Dalam Manufaktur……………………………………………….... 1
            5.2  Komputer Sebagai Sistem Informasi Manufaktur…………………………….  1
5.3  Model Sistem Informasi Manufaktur……………………………………....      4
a.       Subsistem Pemrosesan Data …………………………………………..        4
b.      Subsistem Pemrosesan Industri…………………………………………      4
c.       Subsistem Inteligensi Manufaktur……………………………………          5
d.      Subsistem Produksi……………………………………………………..      5
e.       Subsistem Inventarisasi………………………………………………          5
f.        Subsistem Kualitas……………………………………………………         6
g.      Subsistem Biaya………………………………………………………         6
5.4 Membuat Manufaktur Komputer Terpadu……………………………………   6
5.5 Pemahaman Mengenai Apa yang Di Maksud Dengan Eksekutif……………    7
5.6 Kebutuhan Informasi Bagi Eksekutif…………………………………………   8
5.7 Sistem Informasi Eksekutif Berdasarkan Komputer…………………………    9
5.8 Keputusan Implementasi EIS…………………………………………………   10
5.9 Trend EIS di Masa Datang……………………………………………………   11
DAFTAR PUSTAKA


5.1  Komputer Dalam Manufaktur

·      Computer-Aided-Design (CAD)
Program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis‐garis maupun simbol‐simbol yang memiliki makna tertentu. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi. CAD yang lebih sering disebut Computer Aided Engineering (CAE), melibatkan penggunaan komputer untuk membantu rancangan produk yang dimanufaktur.
CAD digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumit seperti bangunan dan jembatan hingga bagian‐bagian kecil, memperbaiki gambar dengan menghaluskan garis.
·      Computer-Aided-Manufacturing (CAM)
Penerapan komputer dalam proses produksi dimana mesin yang dikendalikan komputer
seperti bor dan mesin bubut menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang
diperoleh dari database rancangan.
·                Perobotan
Penerapan komputer yang lain dalam pabrik adalah robotik industrial. Alat yang secara
otomatis menjalankan tugas‐tugas tertentu dalam proses manufaktur yang
memungkinkan perusahaan untuk memotong biaya dan mencapai tingkat kualitas yang
tinggi, juga digunakan untuk melakukan pekerjaan yang mengandung resiko seperti
melakukan pekerjaan di tempat yang bertemperatur tinggi sehingga mengakibatkan
kinerja dan keefektifan robot kurang maksimal.

5.2  Komputer Sebagai Sistem Informasi Manufaktur
Sistem Pemesanan Kembali ( ReOrder Point/ROP)
Setelah komputer pertama diterapkan dan berhasil dalam area akuntansi, komputer diberikan tugas mengendalikan persediaan. Pendekatan reaktif yg sederhana yaitu menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai pemicu disebut titik pemesanan barang dan sistem yang mendasarkan keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali disebut sistem titik pemesanan kembali.

Rumus menghitung ROP :
R = LU + S
Dimana :
R : titik pemesana kembali
L : lead time pemasok
U : tingkat pemakaian (jumlah Unit yang digunakan atau terjual per hari)
S : tingkat safety stock (dalam unit)

Material Requirement Planing (MRP)

MRP dikembangkan pada tahun 1960‐an oleh Joseph Orlicky dari J.I case company. MRP adalah suatu strategi material proaktif yaitu mengidentifikasikan material, jumlah dan tanggal yang dibutuhkan. MRP mempunyai 4 komponen meliputi :

1.        Sistem penjadwalan produksi menghasilkan master jadwal produksi yang mencakup lead time terpanjang ditambah waktu produksi terpanjang.
2.        Sistem MRP menguraikan tagihan material. Mengubah kebutuhan bruto menjadi kebutuhan netto.
3.        Sistem perencanaan kebutuhan kapasitas bekerja dengan sistem MRP utk menjaga produksi dalam kapasitas pabrik. Menghasilkan output, melaporkan dan merencanakan jadwal pemesanan.
4.        Sistem pelepasan pesanan menghasilkan laporan untuk lantai kerja dan pembelian

Manfaat MRP bagi perusahaan :
1.      Perusahaan dalam mengelola materialnya secara lebih efisien
2.      Perusahaan dapat menghindari kehabisan persediaan barang
3.      Perusahaan mengetahui kebutuhan material di masa depan
4.      Pembeli dapat merundingkan perjanjian pembeli dengan pemasok.
Manufacturing Resource Planning (MRP II)

Manufacturing Resource Planning (MRP II) adalah perluasan konsep MRP atas area manufaktur yaitu memadukan semua proses dalam manufaktur yang berkaitan dengan manajemen bahan.
Keberhasilan pengimplementasian MRP II bergantung pada:

1.    Komitmen manajemen puncak untuk mengimplementasikan MRP II dalam menjalankan bisnis.
2.    Melakukan analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi kebutuhan pemakai, menentapkan rencana proyek dan Pjnya, pengontrolan sistem produksi fisik, dan memberikan pelatihan bagi pemakai.
3.    Pemilihan hardware dan software yang baik

Manfaat MRP II :
1.    Penggunaan sumber daya yang lebih efisien
2.    Perencanaan prioritas lebih baik
3.    Meningkatkan pelayanan pelanggan
4.    Meningkatkan moral dan semangat pekerja
5.    Informasi manajemen yang lebih baik

Pendekatan Just-In-Time (JIT)

Sistem produksi tepat waktu (Just In Time) adalah sistem produksi atau sistem manajemen fabrikasi modern yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang yang pada prinsipnya hanya memproduksi jenis-jenis barang yang diminta sejumlah yang diperlukan dan pada saat dibutuhkan oleh konsumen.
Berikut ini beberapa fungsi dari JIT(Just in Time):
1.      Arus material lebih cepat
2.      Ukuran lot kecil
3.      Waktu
4.      Membandingkan JIT dengan pengolahan online dan MRP dengan batch
5.      Kanban menarik material, sebaliknya MRP mendorongnya
6.      Komputer tidak ditekankan

5.3   Model Sistem Informasi Manufaktur
Input data/informasi
Input data yang dimaksud adalah memasukkan data internal dan eksternal.

Data internal adalah seluruh data yang mendukung proses secara keseluruhan meliputi, data sumberdaya manusia (SDM), material, mesin, transportasi, frekuensi perawatan dsb.
Data eksternal adalah data yang berasal dari luar perusahaan yang mendukung proses pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk perhitungan biaya dalam manufaktur, dari awal sampai akhir periode. Data ini meliputi, data pemasok (suplier), kebijakan pemerintah tentang listrik,UMR dsb

-       Subsistem Pemrosesan Data
Proses sistem ini adalah mengumpulan data intern yang menjelaskan antara operasi manufaktur dan data di lingkungan yang berhubungan dengan transaksi perusahaan dengan pemasok.
Contoh:
Pegawai bagian produksi memasukkan data ke dalam sistem melalui media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Setelah dibaca, data tersebut dimasukkan kedalam komputer pusat untuk memperbarui database.
-       Subsistem Pemrosesan Industri
menyusun standart produksi tentang lamanya proses produksi (cycle time)
sistem yang terlatih khusus mempelajari tentang operasi manufaktur dan membuat saran perbaikan. Industrial Engineering meliputi data khusu dari dalam perusahaan yang menetapkan waktu proses yang dibutuhkan untuk suatu produksi.

-       Subsistem Inteligensi Manufaktur

  Subsistem intelegensi manufaktur dapat di gunakan ntuk mengetahui perkembangan terakhir tentang sumber-sumber material, mesin dan pekerja. Yang termasuk dalam sub sistem intelegensi manufaktur yaitu :

a.    Informasi pekerja, seperti sistem kontrak, borongan atau tak berjangka harus diperhatikan oleh manajemen manufaktur yang mengorganisasikan para pekerja perusahaan.
b.    Sistem formal, manajemen manufaktur membutuhkan informasi pekerja melalui permintaan pekerja yang dikirimkan ke bagian sumber daya manusia, dan data dari elemen-elemen lingkungan yang terhubung dengan pihak pelamar.
c.    Sistem informal, arus informasi antara pekerja dan manajemen berupa kontrak harian.

Kegiatan – kegiatan yang terjadi di dalam intelijen manufaktur:
·      Pengumpulan (pendokumentasian ) data dari lingkungan
·      Pengujian data,s
·      Pemeliharaan data ,untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran data.
·      Keamanan data , untuk menghindari kerusakan serta penyalahgunaan data.
·      Pengambilan data dalam bentuk laporan untuk memudahkan pengolahan data yang lain.

-       Subsistem Produksi
  Semua hal yang berkaitan dengan proses di setiap bagian kerja atau departemen yang mengukur produksi.

-       Subsistem Inventarisasi
  Menunjukan inventarisasi bahan mentah dan inventarisasi proses yang mencakup biaya pemeliharaan (carrying cost), tingkat inventarisasi (di ukur dengan uang), backorder (pesanan pelanggan yang tidak dapat di penuhi karena kekosongan stok), biaya pembelian (biaya yang muncul ketika memesan ), jumlah pemesanan ekonomis (EOQ), jumlah pesanan

-       Subsistem Kualitas
  Sub sistem kualitas adalah semua hal yang berkaitan dengan kualitas, biaya waktu, performa kerja, atau pemilihan supllier. Fungsi sistem ini adalah bisa mengukur kualitas material saat diubah.

-       Subsistem Biaya
  Sub sistem biaya berguna untuk mengukur biaya yang terjadi selama aktivitas produksi. Unsur pengendalian biaya di golongkan menjadi 2 yaitu standar kerja yang baik dan sistem untuk melaporkan kagiatan secara rinci saat terjadi proses produksi yang akurat.

a.    Biaya pemeliharaan
  Biaya pemeliharaan biasanya di akui sebagai persentase biaya tahunan barang , meliputi kerusakan , keusangan , pencurian  , pajak dan asuransi

b.    Biaya pembelian
  Biaya pembelian meliputi seluruh biaya yang timbul akibat pemesanan material contoh : biaya telpon,, biaya sekertaris ,biaya formulir pesanan pembelian dsb

5.4  Membuat Manufaktur Komputer Terpadu
     Aplikasi komputer dalam bidang manufaktur secara relative mengalami pola pertumbuhan yang tidak terencana sebagian besar sama dengan cara perkembangan otomatisasi kantor. Aplikasi komputer telah berkembang pada beberapa sector sekaligus, dan manajer manufaktur hanya memanfaatkan peluang tersebut. Masalahnya adalah bahwa sekarang terdapat begitu banyak aplikasi computer yang kita sulit untuk mengurus semuanya.
     CIM (Computer-Integrated Manufacturing) atau manufaktur computer terpadu adalah filsafat manajemen yang menyatakan bahwa semua teknologi produksi dan informasi harus bekerja secara bersama-sama. CIM adalah suatu cara memandang bahwa sumber produksi perusahaan adalah sebagai sebuah system dan cara pendefinisian, pendanaan, pengelolaan, dan pengorganisasian semua proyek peningkatanm kaitannya dengan sejauh mana mereka berpengaruh terhadap keseluruhan system tersebut. CIM adalah pandangan system mengenai produksi bukannya pandangan molecular yang hanya berhubungan dengan bagiannya secara terpisah.

5.5  Pemahaman Mengenai Apa yang di Maksud dengan Eksekutif
     Istilah eksekutif diterapkan agak bebas. Tidak ada garis batas yang jelas yang memisahkan eksekutif dari manajer lain. Istilah ini digunakan untuk mengidentifikasi manajer pada tingkat atas dari hirarki organisasi yang berpengaruh kuat pada perusahaan.
Selain perencanaan jangka panjang, eksekutif sering dapat dibedakan dari manajer tingkat rendah. Sebagian tetapi tidak berarti semua manajer tingkat rendah cenderung mengutamakan kesehjateraan unit mereka sendiri. Kita dapat memperoleh pandangan tambahan mengenai apa yang dilakukan eksekutif dengan memeriksa kontribusi yang dibuat oleh tiga ahli teori manajemen—Henri Fayol, Henry Mintzberg, dan John kotter.
Fungsi-fungsi manajemen Fayol
         Semua manajer malakukan fungsi-fungsi manajemen yang sama—merencanakan, megorganisasikan, menyusun staf, mengarahkan dan mengendalikan.
Yang diyakini secara luas adalah bahwa perencanaan sangat ditekankan pada tingkat eksekutif, sementara fungsi-fungsi yang lain lebih penting bagi kinerja di tingkat-tingkat yang lebih rendah.
Peran-peran manajerial Mintzberg
           Kita dapat juga medefinisikan tugas eksekutif dalam peran-peran manjerial Henry Mintzberg. Ia yakin bahwa semua manajer melakukan semua peran, tetapi orientasinya berbeda untuk tiap tingkatan. Salah satu peran keputusan adalah perundingan (negotiator). Contohnya ialah tentang seorang manajer puncak yang merundingkan penggabungan usaha (merger).
Agenda dan jaringan Kotter
     Bahwa para eksekutif mengatasi tantangan pekerjaan mereka dengan mengikuti strategi tiga tahap. Pertama, mereka menetapkan agenda—tujuan yang harus dicapai perusahaan. Kedua, eksekutif membangun jaringan. Ini bukanlah jaringan komputer tetapi hubungan kerja sama di antara ornag-orang yang harus menyelesaikan agenda tersebut. Ketiga, eksekutif bekerja untuk menetapkan lingkungan norma dan nilai yang tepat sehingga para anggota jaringan dapat bekerja mencapai agenda itu. Eksekutif mengadakan kontak tatap muka dengan sebanyak mungkin anggota jaringan akan tetapi berkonsentrasi pada bawahan.

5.6  Kebutuhan Informasi Bagi Eksekutif

·      Penelitian Mintzberg
                Mintzberg adalah orang pertama yang melakukan penelitian formal mengenai kebutuhan informasi eksekutif. Ia mengidentifikasikan lima kegiatan dasar yang membentuk waktu CEO—tugas administrasi (desk work), panggilan telepon, pertemuan tak terjadwal, pertemuan terjadwal, dan kunjungan.
·      Penelitian Rockart dan Treacy
Istilah sistem informasi eksekutif, atau EIS, pertama kali muncul dalam laporan penelitian Rockart dan Treacy. Walau tidak disedikan definisi, para peneliti itu menemukan bahwa sistem tersebut manampilkan:
-    Tujuan sentral, eksekutif menggunkan informasi komputer terutama dalam perencanaan dan pengendalian
-      Inti data bersama, database berisi informasi mengenai berbagai industri, pelanggan , pesaing dan unit-unit bisnis dalam tiga periode waktu—masa lalu, masa kini dan masa depan
-          Dua metode penggunaan utama, eksekutif menggunkan EIS untuk mengakses status saat ini dan memproyeksikan trend serta melakukan analisis pribadi atas data
-          Organisasi pendukung, para eksekutif dibantu oleh pelatih EIS dan sopir EIS. Pelatih EIS adalah anggota staf eksekutif, jasa informasi, atau organisasi konsultasi luar yang menyediakan bantuan dalam melalui sistem. Sopir EIS adalah anggota staf eksekutif yang mengoprasikan peralatan bagi eksekutif.
Menemukan komputer dalam perspektif
Eksekutif sangat mengandalkan komputer, secara proporsional lebih sedikit pemakai komputer di tingkat eksekutif daripada di tingkat lain. Terdapat dua kemungkinan alasan, Pertama masalah pada tingkat eksekutif kurang terstruktur dan karena itu lebih sulit untuk diddukung dengan pengolahan komputer. Kedua, eksekutif cenderung lebih tua dan jarang mendapatkan kesempatan pelatihan komputer formal.

5.7  Sistem Informasi Eksekutif Berdasarkan Komputer
     Sistem informasi eksekutif (executive information system), atau EIS, merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengenai kinerja keseluruhan perusahaan. Informasi dapat diambil dengan mudah dan dalam berbagai tingkat rincian.  Para eksekutif membangun EIS atas dasar konsep-konsep manajemen. Ada 3 konsep yang perlu dibahas, yaitu: faktor-faktor penentu keberhasilan (critical success factors), management by exception, dan model mental.

• Faktor-faktor penentu keberhasilan
Tahun 1961 D. Donald Daniel dari McKinsey & Company menciptakan faktor-faktor keberhasilan. Faktor-faktor ini bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Untuk industri kendaraan bermotor, CSF (critical success factors) yang diyakini adalah model, jaringan dealer yang efisien, dan pengendalian biaya manufaktur yang efisien. CSF industri asuransi jiwa adalah\pengembangan personil manajemen agen, pengendalian personil administratif, dan inovasi menciptakan produk produk asuransi.

 • Management by exception
Tampilan layar yang digunakan eksekutif sering menyertakan management by exception dengan membandingkan kinerja yang diharapkan dengan kinerja aktual. Perangkat lunak EIS dapat mengidentifikasi perkecualian-perkecualian secara otomatis dan membuatnya diperhatikan oleh eksekutif.

• Model mental
Peran utama EIS adalah membuat sintesis, atau menyarikan data  dan informasi bervolume besar untuk meningkatkan kegunaannya.  Pengambilan sari ini disebut pemampatan informasi (information compression) dan menghasilkan suatu gambaran atau model mental dari operasi perusahaan. Tahun 1973, P.N. Johnson – Lavid menciptakan istilah model mental, yakni “memungkinkan perorangan untuk membuat
penilaian dan perkiraan, untuk memahami fenomena, untuk  memutuskan tindakan yang perlu diambil dan untuk mengendalikan pelaksanaannya dan di atas semuanya untuk mengalami kejadian melalui pengganti (proxy).”

5.8  KEPUTUSAN IMPLEMENTASI EIS
Untuk menerapkan EIS berbasis komputer, ada 3 pertimbangan yang perlu dilakukan:

1.    Perlukah kita mengembangkan EIS?
     Jika jawabannya tidak, eksekutif cukup mengandalkan sistem yang ada sekarang.
Jika jawabannya ya, maka eksekutif akan menyusun rencana dan tujuan pengembangan dari system yang ada ( hal ini tergantung pada masing-masing perusahaan).
2.    Apakah tersedia perangkat lunak produktivitas perorangan siap pakai (prewritten                personal productivity software) yang memenuhi kebutuhan eksekutif?
Jika ada , gunakan peralatan lunak tersebut
Jika tidak;, maka eksekutif akan melihat seberapa pentingnya dan apakah akan menambah efisiensi jika dilakukan penambahan perangkat lunak
3.    Perlukah kita membeli perangkat lunak EIS siap pakai?
Jika ya, perangkat lunak tersebut dibeli;
jika tidak staf jasa informasi perusahaan menciptakan perangkat lunak EIS pesanan (custom EIS software).
 Contoh-contoh perangkat lunak EIS siap pakai antara lain :
–   Contoh Perangkat lunak produktivitas perseorangan siap pakai adalah S/W umum yang dapat digunakan oleh setiap orang untuk mengembangkan aplikasi mereka sendiri. Contoh : DBMS, paket spreadsheet elektronik, paket grafik, sistem manajemen proyek. Perangkat lunak EIS siap pakai: khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi eksekutif.
– Contoh S/W awal EIS yang dirancang untuk mainframe adalah Pilot Executive Software, Inc.dari Boston dan Comshore, Inc. dari Aum Arbor, Michigan. Sekarang S/W untuk PC sudah banyak ada.
5.9  TREND EIS DI MASA DATANG
4.    Penggunaan EIS di Perusahaan Besar akan menjadi Umum.
Semakin banyak manajer tingkat menengah dengan latar belakang computer yang menanjak kejenjang eksekutif dan akan tertarik pada software EIS siap pakai, dan sebagian akan mengalokasikan sumber daya jasa informasi untuk pengembangan sistem pesanan. Semua kegiatan ini akan menghasilkan EIS pada hamper semua perusahaan besar.
5.    Kebutuhan akan Software EIS Khusus Berharga Murah.
       Tingkat penerapan EIS di masa depan bagi perusahaan kecil tidak begitu jelas. Alternatifnya Software EIS siap pakai dengan kualitas tinggi, mudah diterapkan dan digunakan. Kondisi ini akan tercapai dengan banyaknya pemasok yang memasuki pasar.
6.    SIM dan DSS Masa Depan Akan Tampak Seperti EIS Masa Kini.
Adanya perluasan penggunaan EIS ke tingkat yang lebih bawah maka kelas baru software
SIM dan DSS berisi banyak feature EIS.
7.    Eksekutif akan menjaga Komputer Dalam Perspektif.
Eksekutif selalu lebih menyukai komunikasi tatap muka, namun para eksekutif sadar bahwa komputer dapat memenuhi sebagian kebutuhan informasi mereka secara lebih unggul. Dengan menyatukan komputer ke dalam sistem informasi mereka maka peluang baru akan terbuka bagi pengambilan dan analisis informasi yang sebelumnya tidak pernah tersedia pada tingkat eksekutif
Daftar pustaka